Meninjau Bahaya Reklamasi dari Sisi Lingkungan Hidup

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), reklamasi diartikan sebagai usaha memperluas tanah dengan memanfaatkan daerah yang semula tidak berguna. Pengertian lain juga menyebut bahwa reklamasi merupakan proses pengurugan tanah guna menciptakan kawasan baru akibat sebuah kepentingan tertentu.

Berdasarkan pengertian tersebut, kegiatan reklamasi memang sengaja ditujukan untuk membangun dunia baru di atasnya. Seperti memperluas aktivitas ekonomi yang mencakup perdagangan dan kerja sama, hunian baru, serta kawasan wisata. Pembangunan itulah yang dijadikan alasan kalau reklamasi memberikan dampak positif karena hubungan ekonomi antar negara semakin tidak terbatas. Padahal tidak sepenuhnya demikian.

Sejak dari dulu, Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh laut. Terlebih, sejauh mata memandang, pesisir pantai dengan mudah dapat ditemukan. Lalu, bagaimana jika reklamasi menutup sebagian kekayaan alam tersebut?

rencana total reklamasi jakarta

Belajar dari gagalnya kasus reklamasi yang sempat didemokan oleh Jepang dan Korea Selatan, kedua negara ini merasa telah melakukan kesalahan besar, karena ternyata proyek tersebut bisa mematikan populasi, ekosistem, serta habitat makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Kalau populasi dan ekosistem terganggu, otomatis rantai makanan tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga terjadi kepunahan terhadap berbagai macam hewan dan menganggu keseimbangan lingkungan hidup.

Selain itu, pengurugan tanah akan memicu pergerakan dan perpindahan arus air laut yang tidak bisa berjalan normal seperti biasanya. Hal itu disebabkan, daratan yang biasa menjadi wadah air berubah menjadi penahan layaknya bendungan. Akibatnya, nelayan yang biasa memanfaatkan arus air laut harus rela bersabar untuk mendapatkan tangkapan ikan karena wilayah mereka sudah tidak sama lagi.

Lagi pula, reklamasi lebih banyak menghasilkan berbagai dampak buruk dibandingkan menyumbang pengaruh positif. Kalau pun sebagian pihak menyebut bahwa perekonomian semakin berkembang pesat, apakah hal itu bisa dijadikan pedoman bahwa seluruh rakyat akan sejahtera dan makmur? Tentu saja tidak. Makmur dan sejahtera seharusnya dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemilik modal atau pun para petinggi. Sedangkan reklamasi jelas-jelas menunjukkan taringnya bahwa para penguasa lah yang akan diuntungkan dari proyek tersebut.

rusak ekosistem akibat reklamasi

Belum setengah berjalan, reklamasi sudah dipastikan akan membunuh mata pencaharian para nelayan dan kehidupan ekonomi orang-orang kecil di sekitarnya. Sebab wilayah yang biasa mereka jadikan sebagai tempat mengais rejeki, harus berubah menjadi tempat perdagangan kalangan tertentu saja. Padahal keberadaan nelayan juga dapat dikatakan sebagai penyeimbang kehidupan alam. Secara tidak langsung, mereka lah yang merawat wilayah pesisir laut  serta salah stu penggerak roda perekonomian masyarakat.

Parahnya lagi, jika reklamasi disetujui apalagi tanpa AMDAL, maka dipastikan permukaan laut akan semakin tinggi. Akibatnya, wilayah daratan kemungkinan akan tenggelam dan air semakin mudah masuk ke tempat yang lebih tinggi. Kalau demikian, tentu saja yang dirugikan bukan hanya nelayan atau orang-orang di sekitar wilayah pantai, tetapi para petani yang memiliki lahan di daerah tersebut juga bisa kehilangan area persawahan dan pekebunannya.

Reklamasi juga rawan dengan pencemaran lingkungan. Sebab sistim operasional bangunan yang berdiri di atasnya tentu melibatkan sejumlah aspek kimiawi yang bisa mematikan biota laut di sekitarnya. Apabila ini terjadi, maka keanekaragaman hayati di dalamnya akan rusak secara perlahan-lahan. Banyaknya aktivitas manusia juga mampu menaikkan volume sampah.

Apabila sampah-sampah itu sampai terbuang dan masuk ke laut, maka ekologi  wilayah pantai akan rusak total. Setelah itu, potensi banjir juga bisa melanda sewaktu-waktu ketika hujan deras dan air laut mulai naik. Kalau banjir, maka lingkungan pun akan rusak  dan terjadi perubahan di sekitarnya. Lalu, pertambahan ekonomi apakah sepadan dengan kerusakan yang terjadi?

Scroll to top