Praktek Judi Masih Banyak Terjadi di Tempat Ini

Pasar selayaknya adalah sebuah tempat di mana banyak orang berkumpul untuk melakukan sebuah usaha jual beli. Kalau zaman dulu, pasar adalah tempat orang-orang bertukar hasil panen atau buruan karena uang belum ditemukan pada waktu itu. Mereka yang bercocok tanam akan menukarkan hasil buminya dengan barang lain seperti daging ayam atau sapi pada peternak, atau daging rusa pada pemburu.

Seiring berjalannya waktu, pasar banyak mengalami perubahan. Pasar yang tadinya kotor dan becek, dipenuhi sampah dan bau busuk, kini sudah tersedia pasar yang bersih dan modern yang biasa orang kenal dengan pasar swalayan. Tapi, perubahan pasar tidak selalu hanya dari bentuk dan fasilitas tapi juga usaha yang dilangsungkan di dalamnya.

Beberapa waktu lalu pernah terdengar berita di mana pasar berubah menjadi tempat perjudian. Ya, pasar bukan lagi tempat untuk melakukan jual beli tapi kini berubah menjadi tempat mengadu nasib lewat undian. Hal ini bisa dibilang bukan hal yang mengejutkan.

judi sabung ayam di pasar

Bagaimana tidak, melihat keadaan masyarakat Indonesia yang kebanyakan dalam keadaan belum sejahtera. Segala hal akan mereka lakukan demi untuk mengubah nasib meski hanya untuk sehari. Saat penghasilan sehari-hari tidak lagi cukup memenuhi kebutuhan hidup atau tingginya kesenjangan sosial yang membuat orang-orang kalangan bawah iri dan ingin merasakan bagaimana rasanya hidup jadi orang yang mampu.

Dari situlah perjudian muncul dan akan terus hidup. Judi menjadi salah satu cara masyarakat Indonesia untuk bertahan hidup. Karena untuk sebagian orang, selain menyenangkan, judi juga bisa mendatangkan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Pasar Taruhan Warga Pinggiran

Di daerah Riau, tepatnya di pasar malam Pangkalan Kerinci, ramai oleh warga setempat yang berbondong-bondong keluar rumah. Bukan untuk menonton pertunjukan atau menaiki wahana di pasar malam, tetapi menonton Polers Palalawan yang sedang menggulung tempat yang diduga dipakai permainan judi.

Biasanya tempat itu digunakan untuk pertunjukan hiburan yang ditujukan untuk warga sekitar tapi malam itu, ketika pertunjukan libur, tempat tersebut dijadikan wahana permainan judi. Judi yang dimainkan bermacam-macam, untuk mengaburkan pandangan aparat, uang judi diganti menjadi rokok. Rokok itu nantinya bisa ditukar dengan uang kembali.

Tidak hanya di Riau, pasar yang menjadi tempat judi juga terjadi di Kupang. Judi yang dimainkan di pasar Kasih Inpres Naikoten ini berjenis judi dadu putar atau yang mirip dengan permainan sic bo. Beberapa orang berpartisipasi dalam permainan ini kebanyakan berprofesi sebagai petani. Lagi-lagi, orang kecil yang ingin mengadu nasib demi memperbaiki kehidupan barang sehari.

judi di pasar sidrap

Di kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan juga terungkap sebuah pasar yang dijadikan tempat permainan judi. Permainan judi ini meliputi sabung ayam dan judi dadu. Tidak hanya itu, menurut warga kadang penyelenggara judi juga mengadakan undian lotre yang berhadiah jutaan rupiah. Uang yang berputar dalam perjudian ini mencapai ratusan bahkan milyaran rupiah. Untuk sabung ayam sendiri, taruhan yang dipasang bisa sampai Rp.10 juta sekali main.

Judi Masih Ada dan Akan Tetap Ada

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, bahwa judi digunakan oleh para pelakunya bukan hanya untuk kesenangan tapi juga untuk merubah nasib. Keuntungan yang dihasilkan dari judi memang sangat menggiurkan, bagi para kalangan bawah seperti petani, supir atau kuli angkut, menang taruhan judi sekali sama dengan penghasilan mereka berbulan-bulan. Maka dari itu, judi akan terus ada selama kesejahteraan masyarakatnya belum terpenuhi.

Mengapa Harus Memilah Sampah ?

Pernahkah Anda mendengar tentang tindakan memilah sampah saat membuang? Tindakan semacam ini adalah usaha Anda untuk langsung membuang sampah pada tempat yang sudah ditentukan berdasarkan dengan jenis sampah yang Anda miliki. Sebagai contoh, Anda baru saja selesai makan nasi bungkus dan menyisakan kertas pembungkus dan juga sendok plastiknya. Alih-alih membuangnya di satu tempat sampah yang sama, Anda membuat kertas pembungkus di tempat sampah khusus untuk kertas dan sendok plastik masuk ke tempat sampah plastik.

memilah sampah organik anorganik

Memang usaha pemilahan sampah ini akan membutuhkan lebih banyak tempat sampah namun itulah intinya dan ada beberapa keuntungan lagi yang bisa didapat seperti yang akan Anda temukan di bawah ini.

  1. Mendidik Agar Lebih Disiplin dan Sadar

Memang cukup disayangkan, kesadaran kita akan pengelolaan sampah yang tepat masihlah sangat rendah. Masih sangat mudah bagi kita untuk dengan mudahnya membuang sampah tidak pada tempatnya. Dengan belajar untuk memilah sampah, mau tidak mau kita juga belajar untuk menjadi sadar akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Karena kita tidak akan bisa memilah sampah jika kita masih tetap melakukan perilaku membuang sampah sembarangan. Dan pada saat yang sama, kita juga dididik untuk menjadi lebih disiplin.

Ada banyak sekali kesadaran yang bisa kita dapatkan hanya dengan belajar untuk mengelola sampah termasuk juga kenyataan bahwa tindakan kita tersebut akan memberikan efek yang positif tidak hanya bagi diri sendiri namun juga lingkungan sekitar. Dengan memilah sampah dengan tepat, kita akan meningkatkan level sanitasi di tempat tinggal kita. Dan oleh karenanya, tempat tinggal kita akan menjadi lebih sehat dan lebih bersih.

budaya memilah sampah

  1. Membuat Kapasitas Tempat Sampah Lebih Besar

Dengan memilah sampah, secara otomatis kita harus memiliki tempat sampah tambahan. Mengapa demikian? Saat Anda memilah sampah berdasarkan jenisnya, tentu saja Anda juga harus menyediakan tempat yang sesuai untuk sampah yang sudah dipilah. Paling tidak ada dua jenis tempat sampah yang harus Anda miliki yaitu sampah basah dan kering. Lebih bagus lagi Anda memilahnya ke dalam kategori yang lebih spesifik lagi seperti sampah kertas, sampah basah, dan sampah kaleng-kalengan.

Dengan demikian akan lebih mudah dikelola nantinya. Dan karena Anda menyediakan lebih banyak tempat sampah, maka kapasitas tempat sampah menjadi lebih besar. Artinya Anda akan memiliki tempat sampah yang bisa menampung lebih banyak sampah. Dan dengan menampung lebih banyak sampah, artinya kemungkinan Anda untuk menjaga lingkungan tempat tinggal dan sekitar rumah Anda untuk selalu bersih dan sehat menjadi lebih besar.

melakukan pemilahan sampah

  1. Lebih Mudah untuk Mengelola Sampah

Imbas terakhir yang akan terjadi jika kita melakukan tindakan memilah sampah adalah bagaimana nantinya sampah-sampah tersebut akan lebih dikelola. Anggaplah ada petugas pengangkut sampah di daerah Anda. Anda akan mempermudah kerja mereka karena nantinya petugas-petugas tersebut akan memilah sampah juga. Nantinya sampah-sampah akan dibedakan menjadi sampah organik dan yang bukan organik.

Sampah yang organik nantinya akan melalui proses daur ulang agar menjadi berbagai macam barang yang berguna. Sebagai contoh, sampah kertas Anda nantinya akan didaur ulang kembali untuk menjadi kertas lagi atau malah menjadi bahan lainnya. Namun ada juga sampah organik yang tidak bisa didaur ulang seperti sampah dapur. Akan tetapi karena sudah dipisah, sampah jenis ini nantinya akan didaur ulang oleh alam dengan cara diurai.

Lalu bagaimana dengan sampah yang bukan organik? Anda juga perlu tahu bahwa sampah semacam ini juga bisa didaur ulang. Sebagai contoh adalah sampah kaleng yang nantinya bisa dibuat menjadi kaleng lagi untuk dipergunakan kembali. Dengan pemilahan sampah seperti ini, kita bisa melindungi lingkungan kita agar selalu sehat dan bebas dari pencemaran. Ingatlah selalu bahwa pencemaran lingkungan akan memberikan dampak negatif yang sangat besar nantinya.

Meninjau Bahaya Reklamasi dari Sisi Lingkungan Hidup

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), reklamasi diartikan sebagai usaha memperluas tanah dengan memanfaatkan daerah yang semula tidak berguna. Pengertian lain juga menyebut bahwa reklamasi merupakan proses pengurugan tanah guna menciptakan kawasan baru akibat sebuah kepentingan tertentu.

Berdasarkan pengertian tersebut, kegiatan reklamasi memang sengaja ditujukan untuk membangun dunia baru di atasnya. Seperti memperluas aktivitas ekonomi yang mencakup perdagangan dan kerja sama, hunian baru, serta kawasan wisata. Pembangunan itulah yang dijadikan alasan kalau reklamasi memberikan dampak positif karena hubungan ekonomi antar negara semakin tidak terbatas. Padahal tidak sepenuhnya demikian.

Sejak dari dulu, Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh laut. Terlebih, sejauh mata memandang, pesisir pantai dengan mudah dapat ditemukan. Lalu, bagaimana jika reklamasi menutup sebagian kekayaan alam tersebut?

rencana total reklamasi jakarta

Belajar dari gagalnya kasus reklamasi yang sempat didemokan oleh Jepang dan Korea Selatan, kedua negara ini merasa telah melakukan kesalahan besar, karena ternyata proyek tersebut bisa mematikan populasi, ekosistem, serta habitat makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Kalau populasi dan ekosistem terganggu, otomatis rantai makanan tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga terjadi kepunahan terhadap berbagai macam hewan dan menganggu keseimbangan lingkungan hidup.

Selain itu, pengurugan tanah akan memicu pergerakan dan perpindahan arus air laut yang tidak bisa berjalan normal seperti biasanya. Hal itu disebabkan, daratan yang biasa menjadi wadah air berubah menjadi penahan layaknya bendungan. Akibatnya, nelayan yang biasa memanfaatkan arus air laut harus rela bersabar untuk mendapatkan tangkapan ikan karena wilayah mereka sudah tidak sama lagi.

Lagi pula, reklamasi lebih banyak menghasilkan berbagai dampak buruk dibandingkan menyumbang pengaruh positif. Kalau pun sebagian pihak menyebut bahwa perekonomian semakin berkembang pesat, apakah hal itu bisa dijadikan pedoman bahwa seluruh rakyat akan sejahtera dan makmur? Tentu saja tidak. Makmur dan sejahtera seharusnya dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemilik modal atau pun para petinggi. Sedangkan reklamasi jelas-jelas menunjukkan taringnya bahwa para penguasa lah yang akan diuntungkan dari proyek tersebut.

rusak ekosistem akibat reklamasi

Belum setengah berjalan, reklamasi sudah dipastikan akan membunuh mata pencaharian para nelayan dan kehidupan ekonomi orang-orang kecil di sekitarnya. Sebab wilayah yang biasa mereka jadikan sebagai tempat mengais rejeki, harus berubah menjadi tempat perdagangan kalangan tertentu saja. Padahal keberadaan nelayan juga dapat dikatakan sebagai penyeimbang kehidupan alam. Secara tidak langsung, mereka lah yang merawat wilayah pesisir laut  serta salah stu penggerak roda perekonomian masyarakat.

Parahnya lagi, jika reklamasi disetujui apalagi tanpa AMDAL, maka dipastikan permukaan laut akan semakin tinggi. Akibatnya, wilayah daratan kemungkinan akan tenggelam dan air semakin mudah masuk ke tempat yang lebih tinggi. Kalau demikian, tentu saja yang dirugikan bukan hanya nelayan atau orang-orang di sekitar wilayah pantai, tetapi para petani yang memiliki lahan di daerah tersebut juga bisa kehilangan area persawahan dan pekebunannya.

Reklamasi juga rawan dengan pencemaran lingkungan. Sebab sistim operasional bangunan yang berdiri di atasnya tentu melibatkan sejumlah aspek kimiawi yang bisa mematikan biota laut di sekitarnya. Apabila ini terjadi, maka keanekaragaman hayati di dalamnya akan rusak secara perlahan-lahan. Banyaknya aktivitas manusia juga mampu menaikkan volume sampah.

Apabila sampah-sampah itu sampai terbuang dan masuk ke laut, maka ekologi  wilayah pantai akan rusak total. Setelah itu, potensi banjir juga bisa melanda sewaktu-waktu ketika hujan deras dan air laut mulai naik. Kalau banjir, maka lingkungan pun akan rusak  dan terjadi perubahan di sekitarnya. Lalu, pertambahan ekonomi apakah sepadan dengan kerusakan yang terjadi?

Scroll to top