Mengapa Harus Memilah Sampah ?

Pernahkah Anda mendengar tentang tindakan memilah sampah saat membuang? Tindakan semacam ini adalah usaha Anda untuk langsung membuang sampah pada tempat yang sudah ditentukan berdasarkan dengan jenis sampah yang Anda miliki. Sebagai contoh, Anda baru saja selesai makan nasi bungkus dan menyisakan kertas pembungkus dan juga sendok plastiknya. Alih-alih membuangnya di satu tempat sampah yang sama, Anda membuat kertas pembungkus di tempat sampah khusus untuk kertas dan sendok plastik masuk ke tempat sampah plastik.

memilah sampah organik anorganik

Memang usaha pemilahan sampah ini akan membutuhkan lebih banyak tempat sampah namun itulah intinya dan ada beberapa keuntungan lagi yang bisa didapat seperti yang akan Anda temukan di bawah ini.

  1. Mendidik Agar Lebih Disiplin dan Sadar

Memang cukup disayangkan, kesadaran kita akan pengelolaan sampah yang tepat masihlah sangat rendah. Masih sangat mudah bagi kita untuk dengan mudahnya membuang sampah tidak pada tempatnya. Dengan belajar untuk memilah sampah, mau tidak mau kita juga belajar untuk menjadi sadar akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Karena kita tidak akan bisa memilah sampah jika kita masih tetap melakukan perilaku membuang sampah sembarangan. Dan pada saat yang sama, kita juga dididik untuk menjadi lebih disiplin.

Ada banyak sekali kesadaran yang bisa kita dapatkan hanya dengan belajar untuk mengelola sampah termasuk juga kenyataan bahwa tindakan kita tersebut akan memberikan efek yang positif tidak hanya bagi diri sendiri namun juga lingkungan sekitar. Dengan memilah sampah dengan tepat, kita akan meningkatkan level sanitasi di tempat tinggal kita. Dan oleh karenanya, tempat tinggal kita akan menjadi lebih sehat dan lebih bersih.

budaya memilah sampah

  1. Membuat Kapasitas Tempat Sampah Lebih Besar

Dengan memilah sampah, secara otomatis kita harus memiliki tempat sampah tambahan. Mengapa demikian? Saat Anda memilah sampah berdasarkan jenisnya, tentu saja Anda juga harus menyediakan tempat yang sesuai untuk sampah yang sudah dipilah. Paling tidak ada dua jenis tempat sampah yang harus Anda miliki yaitu sampah basah dan kering. Lebih bagus lagi Anda memilahnya ke dalam kategori yang lebih spesifik lagi seperti sampah kertas, sampah basah, dan sampah kaleng-kalengan.

Dengan demikian akan lebih mudah dikelola nantinya. Dan karena Anda menyediakan lebih banyak tempat sampah, maka kapasitas tempat sampah menjadi lebih besar. Artinya Anda akan memiliki tempat sampah yang bisa menampung lebih banyak sampah. Dan dengan menampung lebih banyak sampah, artinya kemungkinan Anda untuk menjaga lingkungan tempat tinggal dan sekitar rumah Anda untuk selalu bersih dan sehat menjadi lebih besar.

melakukan pemilahan sampah

  1. Lebih Mudah untuk Mengelola Sampah

Imbas terakhir yang akan terjadi jika kita melakukan tindakan memilah sampah adalah bagaimana nantinya sampah-sampah tersebut akan lebih dikelola. Anggaplah ada petugas pengangkut sampah di daerah Anda. Anda akan mempermudah kerja mereka karena nantinya petugas-petugas tersebut akan memilah sampah juga. Nantinya sampah-sampah akan dibedakan menjadi sampah organik dan yang bukan organik.

Sampah yang organik nantinya akan melalui proses daur ulang agar menjadi berbagai macam barang yang berguna. Sebagai contoh, sampah kertas Anda nantinya akan didaur ulang kembali untuk menjadi kertas lagi atau malah menjadi bahan lainnya. Namun ada juga sampah organik yang tidak bisa didaur ulang seperti sampah dapur. Akan tetapi karena sudah dipisah, sampah jenis ini nantinya akan didaur ulang oleh alam dengan cara diurai.

Lalu bagaimana dengan sampah yang bukan organik? Anda juga perlu tahu bahwa sampah semacam ini juga bisa didaur ulang. Sebagai contoh adalah sampah kaleng yang nantinya bisa dibuat menjadi kaleng lagi untuk dipergunakan kembali. Dengan pemilahan sampah seperti ini, kita bisa melindungi lingkungan kita agar selalu sehat dan bebas dari pencemaran. Ingatlah selalu bahwa pencemaran lingkungan akan memberikan dampak negatif yang sangat besar nantinya.

Meninjau Bahaya Reklamasi dari Sisi Lingkungan Hidup

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), reklamasi diartikan sebagai usaha memperluas tanah dengan memanfaatkan daerah yang semula tidak berguna. Pengertian lain juga menyebut bahwa reklamasi merupakan proses pengurugan tanah guna menciptakan kawasan baru akibat sebuah kepentingan tertentu.

Berdasarkan pengertian tersebut, kegiatan reklamasi memang sengaja ditujukan untuk membangun dunia baru di atasnya. Seperti memperluas aktivitas ekonomi yang mencakup perdagangan dan kerja sama, hunian baru, serta kawasan wisata. Pembangunan itulah yang dijadikan alasan kalau reklamasi memberikan dampak positif karena hubungan ekonomi antar negara semakin tidak terbatas. Padahal tidak sepenuhnya demikian.

Sejak dari dulu, Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh laut. Terlebih, sejauh mata memandang, pesisir pantai dengan mudah dapat ditemukan. Lalu, bagaimana jika reklamasi menutup sebagian kekayaan alam tersebut?

rencana total reklamasi jakarta

Belajar dari gagalnya kasus reklamasi yang sempat didemokan oleh Jepang dan Korea Selatan, kedua negara ini merasa telah melakukan kesalahan besar, karena ternyata proyek tersebut bisa mematikan populasi, ekosistem, serta habitat makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Kalau populasi dan ekosistem terganggu, otomatis rantai makanan tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga terjadi kepunahan terhadap berbagai macam hewan dan menganggu keseimbangan lingkungan hidup.

Selain itu, pengurugan tanah akan memicu pergerakan dan perpindahan arus air laut yang tidak bisa berjalan normal seperti biasanya. Hal itu disebabkan, daratan yang biasa menjadi wadah air berubah menjadi penahan layaknya bendungan. Akibatnya, nelayan yang biasa memanfaatkan arus air laut harus rela bersabar untuk mendapatkan tangkapan ikan karena wilayah mereka sudah tidak sama lagi.

Lagi pula, reklamasi lebih banyak menghasilkan berbagai dampak buruk dibandingkan menyumbang pengaruh positif. Kalau pun sebagian pihak menyebut bahwa perekonomian semakin berkembang pesat, apakah hal itu bisa dijadikan pedoman bahwa seluruh rakyat akan sejahtera dan makmur? Tentu saja tidak. Makmur dan sejahtera seharusnya dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemilik modal atau pun para petinggi. Sedangkan reklamasi jelas-jelas menunjukkan taringnya bahwa para penguasa lah yang akan diuntungkan dari proyek tersebut.

rusak ekosistem akibat reklamasi

Belum setengah berjalan, reklamasi sudah dipastikan akan membunuh mata pencaharian para nelayan dan kehidupan ekonomi orang-orang kecil di sekitarnya. Sebab wilayah yang biasa mereka jadikan sebagai tempat mengais rejeki, harus berubah menjadi tempat perdagangan kalangan tertentu saja. Padahal keberadaan nelayan juga dapat dikatakan sebagai penyeimbang kehidupan alam. Secara tidak langsung, mereka lah yang merawat wilayah pesisir laut  serta salah stu penggerak roda perekonomian masyarakat.

Parahnya lagi, jika reklamasi disetujui apalagi tanpa AMDAL, maka dipastikan permukaan laut akan semakin tinggi. Akibatnya, wilayah daratan kemungkinan akan tenggelam dan air semakin mudah masuk ke tempat yang lebih tinggi. Kalau demikian, tentu saja yang dirugikan bukan hanya nelayan atau orang-orang di sekitar wilayah pantai, tetapi para petani yang memiliki lahan di daerah tersebut juga bisa kehilangan area persawahan dan pekebunannya.

Reklamasi juga rawan dengan pencemaran lingkungan. Sebab sistim operasional bangunan yang berdiri di atasnya tentu melibatkan sejumlah aspek kimiawi yang bisa mematikan biota laut di sekitarnya. Apabila ini terjadi, maka keanekaragaman hayati di dalamnya akan rusak secara perlahan-lahan. Banyaknya aktivitas manusia juga mampu menaikkan volume sampah.

Apabila sampah-sampah itu sampai terbuang dan masuk ke laut, maka ekologi  wilayah pantai akan rusak total. Setelah itu, potensi banjir juga bisa melanda sewaktu-waktu ketika hujan deras dan air laut mulai naik. Kalau banjir, maka lingkungan pun akan rusak  dan terjadi perubahan di sekitarnya. Lalu, pertambahan ekonomi apakah sepadan dengan kerusakan yang terjadi?

Scroll to top